TrackGPS

Motif Baru Pencurian Solar oleh Sopir Nakal!

Motif Baru Pencurian Solar oleh Sopir Nakal!

25/09/2026

Pencurian solar adalah hal yang sering kali kita dengar di media sosial ataupun berita di televisi. Perusahaan dengan banyak armada sering kali memilliki kasus seperti ini. Modusnya pun semakin beragam, bahkan dilakukan dengan memanfaatkan celah dalam sistem pemantauan kendaraan.  

Jika tidak terdeteksi sejak awal, solar yang hilang sedikit demi sedikit bisa menjadi kerugian besar bagi perusahaan. Lalu, seperti apa sebenarnya modus baru pencurian solar yang perlu kamu waspadai? 

Motif Baru Pencurian Solar  

Selama ini, pencurian solar sering dikaitkan dengan tindakan mengeluarkan sebagian BBM dari tangki kendaraan untuk kemudian dijual atau digunakan untuk kepentingan pribadi. Namun, dengan berkembangnya teknologi, modus pencurian solar juga semakin  beragam. Oknum sopir semakin pintar untuk mencuri solar oleh perusahaan. 

Salah satu modus baru pencurian solar oleh sopir nakal yaitu mereka membuat selang yang telah dimodifikasi. Dengan cara ini, solar dapat dikeluarkan secara bertahap ketika kendaraan sedang melakukan perjalanan, terutama pada rute jarak jauh. 

Baca juga: BBM Boros di Operasional Tambang? Ini Cara Pantau Konsumsi BBM yang Tepat 

Hal tersebut juga ditemukan oleh salah satu perusahaan logistik di Indonesia. Pak Daus, selaku perwakilan perusahaan, menceritakan bagaimana modus tersebut dilakukan oleh salah satu sopir di perusahaannya. 

“Isu yang kami temukan di perusahaan adalah adanya salah satu sopir yang melakukan pencurian solar. Mereka menggunakan alat berupa selang yang dilengkapi keran dan memasangnya pada jalur balik menuju tangki bahan bakar. Ujung selang lainnya diarahkan ke dalam kabin sehingga driver dapat mengatur kapan solar dikeluarkan. Modus seperti ini biasanya dilakukan saat kendaraan menempuh perjalanan jauh, seperti rute Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Pak Daus. 

Hal ini menunjukkan bahwa modus pencurian solar dapat dilakukan secara perlahan agar tidak langsung terlihat sebagai penurunan BBM yang tidak wajar oleh sistem. Solar dikeluarkan sedikit demi sedikit selama kendaraan menempuh perjalanan jauh. Karena jumlah yang keluar tidak terlalu besar dalam satu waktu, penurunannya bisa terlihat seperti konsumsi BBM normal selama perjalanan. 

Bagaimana Solusinya?  

Untuk mencegah modus pencurian seperti ini, perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan GPS atau fuel sensor. Data yang diperoleh juga perlu dianalisis dengan melihat rasio konsumsi BBM kendaraan. Dengan begitu, perusahaan dapat mengetahui apakah jumlah solar yang berkurang masih sesuai dengan jarak tempuh dan penggunaan normal kendaraan. 

Sebagai contoh, sebuah kendaraan memiliki rasio konsumsi BBM 1:7, yang berarti rata-rata kendaraan menggunakan 1 liter solar untuk menempuh jarak sekitar 7 kilometer. Jika kendaraan menempuh jarak 350 kilometer, maka kebutuhan BBM secara perhitungan sekitar 50 liter. 

Angka tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan data penggunaan BBM yang tercatat pada kendaraan. Jika fuel sensor menunjukkan bahwa solar yang terpakai jauh lebih banyak dibandingkan kebutuhan berdasarkan jarak tempuh, perusahaan dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab selisih tersebut. 

Pantau Konsumsi BBM Armada dengan Fuel Sensor!  

Untuk meningkatkan pengawasan, armada kamu bisa menggunakan fuel sensor dari Arobs TrackGPS. Alat ini bisa  nmembantu memantau kondisi serta perubahan volume BBM pada tangki. 

Dengan data tersebut, kamu dapat membandingkan lokasi kendaraan dengan perubahan jumlah solar. Misalnya, apabila volume BBM turun secara signifikan ketika kendaraan berada di lokasi yang tidak seharusnya, kondisi tersebut dapat menjadi indikasi yang perlu diperiksa. 

Saatnya tingkatkan kontrol armada kamu bersama Arobs TrackGPS. Pasang GPS tracker dan fuel sensor untuk membantu memantau kendaraan serta penggunaan solar secara lebih transparan dan terukur. 

Hubungi tim Arobs TrackGPS untuk konsultasi dan informasi pemasangan GPS sesuai kebutuhan armada kamu. 

Categorii

Contact

"*" menunjukkan bidang yang diperlukan

This field is for validation purposes and should be left unchanged.