Pernahkah kamu membayangkan betapa besar kerugian yang bisa terjadi hanya karena satu unit dump truck tidak bekerja secara optimal? Dalam operasional pertambangan, efisiensi distribusi material menjadi faktor utama yang menentukan produktivitas.
Salah satu indikator penting yang harus kamu pahami adalah ritase dump truck. Ritase merujuk pada jumlah perjalanan yang dilakukan oleh dump truck dalam periode waktu tertentu, biasanya per hari atau per shift.
Perhitungan ritase yang tepat akan membantu kamu mengoptimalkan penggunaan armada, mengontrol biaya operasional, serta meningkatkan hasil produksi tambang secara keseluruhan.
Apa Itu Ritase Dump Truck?
Secara sederhana, ritase adalah jumlah siklus kerja dump truck dari titik muat ke titik bongkar dalam waktu tertentu. Dalam satu siklus, dump truck akan melalui beberapa tahapan, mulai dari loading, hauling (pengangkutan), dumping (pembongkaran), hingga kembali ke titik awal (return). Dengan memahami siklus ini, kamu bisa menghitung berapa kali dump truck mampu beroperasi secara efektif dalam satu shift kerja.
Komponen yang Mempengaruhi Ritase
Untuk menghitung ritase dengan akurat, kamu perlu memperhatikan beberapa komponen utama berikut:
1. Cycle Time (Waktu Siklus)
Cycle time adalah total waktu yang dibutuhkan dump truck untuk menyelesaikan satu siklus penuh. Ini meliputi proses loading (muat material), perjalanan menuju lokasi dumping (bongkar), proses unloading (bongkar muatan), hingga perjalanan kembali ke titik awal.
2. Waktu Kerja Efektif
Tidak semua waktu dalam satu shift digunakan secara produktif. Ada waktu istirahat, idle time, maintenance, dan delay lainnya. Oleh karena itu, kamu perlu menghitung waktu kerja efektif, yaitu waktu aktual yang benar-benar digunakan untuk operasional. Nilai inilah yang menjadi dasar utama dalam menghitung ritase.
3. Kapasitas Angkut
Kapasitas dump truck juga mempengaruhi produktivitas. Semakin besar kapasitasnya, semakin besar pula volume material yang dapat dipindahkan dalam satu ritase.
Rumus Menghitung Ritase Dump Truck
Untuk menghitung ritase, kamu dapat menggunakan rumus berikut:
Ritase = Waktu Kerja Efektif / Cycle Time
Sebagai contoh, jika waktu kerja efektif dalam satu shift adalah 480 menit dan cycle time satu dump truck adalah 40 menit, maka:
Ritase = 480 / 40 = 12 kali perjalanan
Artinya, dalam satu shift, dump truck tersebut mampu melakukan 12 ritase. Dari sini, kamu bisa menghitung total produksi berdasarkan kapasitas angkut kendaraan.
Baca juga: BBM Boros di Operasional Tambang? Ini Cara Pantau BBM yang Tepat
Optimalisasi Ritase di Lapangan
Agar ritase dapat mencapai angka maksimal, kamu perlu memperhatikan beberapa strategi berikut:
- Perbaikan kondisi jalan tambang untuk mengurangi waktu tempuh
- Pengaturan antrian loading agar tidak terjadi bottleneck
- Monitoring armada secara real-time untuk menghindari idle time
- Pemeliharaan unit secara rutin agar tidak terjadi breakdown mendadak
Dengan menerapkan strategi tersebut, kamu dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya produksi secara signifikan.
Baca juga: Identifikasi Perilaku Sopir dengan Sensor RFID
Pentingnya Monitoring Dump Truck dengan Fleet Management System dari Arobs TrackGPS
Dalam era digital saat ini, perhitungan ritase dump truck tidak lagi dilakukan secara manual. Kamu dapat memanfaatkan teknologi GPS tracking untuk memantau pergerakan dump truck secara real-time.
Melalui sistem dari fleet management system dari Arobs TrackGPS, kamu dapat memantau pergerakan dump truck secara real-time. Kamu dapat mengetahui posisi kendaraan, durasi perjalanan, waktu idle time, hingga jumlah ritase dengan lebih akurat tanpa perlu bergantung pada laporan manual yang rentan kesalahan.
Jangan biarkan operasional armada berjalan tanpa kontrol maksimal. Yuk, konsultasikan kebutuhan armada kamu GRATIS di Arobs TrackGPS!
