Bagi para karyawan di tambang, pastinya sangat paham bahwa operasional pertambangan adalah salah satu sektor industri dengan konsumsi bahan bakar yang sangat tinggi.
Data dari Telematics Wire, mengungkapkan bahwa di sektor transportasi dan logistik, pengeluaran bahan bakar dapat mencapai 45-50% dari total pengeluaran operasional armada.
Berbagai alat berat seperti dump truck, excavator, hingga kendaraan operasional selalu bekerja untuk mendukung proses produksi. Kondisi tersebut membuat penggunaan bahan bakar menjadi salah satu komponen biaya operasional terbesar dalam industri tambang.
Oleh karena itu, pengelolaan dan pemantauan penggunaan BBM perlu dilakukan secara optimal agar biaya operasional tetap terkendali.
Namun dalam praktiknya, banyak perusahaan tambang masih menghadapi berbagai kendala terkait konsumsi bahan bakar yang tidak terkontrol.
Mulai dari penggunaan kendaraan yang tidak efisien, kebocoran bahan bakar, hingga potensi penyalahgunaan oleh oknum tertentu.
Baca juga: Konsumsi Bahan Bakar Meningkat, Kenali 4 Penyebab dan Cara menghindarinya
Bagaimana Rumus Sederhana Menghitung Konsumsi BBM?
Sebelum membahas cara pantau BBM yang tepat, penting untuk mengetahui dasar perhitungannya. Secara umum, konsumsi BBM kendaaraan dapat dihitung menggunakan rumus berikut:
Konsumsi Bahan Bakar (Liter/100 km) = (Jumlah Liter BBM yang Digunakan × 100) ÷ Jarak Tempuh (km)
Sebagai contoh, jika sebuah kendaraan menempuh jarak 500 km dan menghabiskan 120 liter BBM, maka perhitungannya adalah:
(120 × 100) ÷ 500 = 24 L/100 km
Artinya, kendaraan tersebut menghabiskan sekitar 24 liter bahan bakar untuk setiap 100 km perjalanan. Angka ini dapat digunakan sebagai acuan untuk melihat tingkat efisiensi penggunaan bahan bakar pada kendaraan tersebut.
Baca juga: Biaya Operasional BBM Membengkak? Mungkin Ini Penyebabnya!
Bagaimana Cara Pantau Konsumsi BBM yang Tepat?
Salah satu teknologi yang dapat membantu memantau konsumsi bahan bakar secara lebih akurat adalah fuel sensor. Sensor ini dipasang langsung pada tangki kendaraan atau alat berat untuk mengukur volume bahan bakar secara presisi.
Sensor ini terhubung dengan fleet management system, yang merekam data pengguna BBM pada kendaraan secara real-time. Dengan pengukuran otomatis ini, sistem ini dapat:
1. Pencatatan volume bahan bakar yang masuk dan keluar
2. Pemantauan level bahan bakar secara berkala
3. Integrasi data posisi, rute, waktu saat idle, dan parameter kendaraan lainnya guna menghasilkan metrik konsumsi yang lebih akurat.
Baca juga: 7 Tips Ampuh Meningkatkan Efisiensi Bahan Bakar untuk Kendaraan Bisnis
Manfaat Menggunakan Fuel Sensor dari Arobs TrackGPS
Bagi perusahaan yang menggunakan fuel sensor dari Arobs TrackGPS, berikut beberapa manfaatnya:
1. Penghematan biaya operasional melalui pengurangan konsumsi bahan bakar yang tidak efisien.
2. Peningkatan produktivitas armada karena kendaraan yang lebih efisien berarti lebih banyak waktu produktif dan jarak tempuh optimal.
3. Pengurangan risiko penyalahgunaan bahan bakar seperti pencurian atau pengisian di luar jadwal.
Pasang Fuel Sensor dari Arobs TrackGPS
Jika kamu sedang mencari solusi untuk menghitung konusmi BBM, gunakan fuel sensor dari Arobs TrackGPS. Sistem ini membantu perusahaan memantau penggunaan bahan bakar secara detail sehingga operasional armada menjadi lebih efisien dan biaya bahan bakar dapat lebih terkontrol.
Yuk, konsultasikan kebutuhan armada kamu sekarang juga dengan tim Arobs TrackGPS untuk mengetahui solusi pemantauan BBM yang paling sesuai dengan operasional kendaraanmu.
