Efisiensi operasional adalah hal penting dalam pengelolaan armada alat berat. Namun, hal yang sering menjadi hambatan dalam efisiensi operasional adalah idle time.
Meskipun terlihat sebagai masalah ringan, idle time dapat menimbulkan pemborosan biaya dan meningkatkan risiko kerusakan mesin jika tidak dikelola dengan baik. Nah, sebenarnya, apa yang dimaksud dengan idle time? Yuk, simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini!
Apa itu Idle Time?
Idle time adalah kondisi ketika mesin alat berat dalam keadaan menyala, tetapi tidak digunakan untuk aktivitas. Contohnya seperti berjalan, mengangkut material, atau melakukan pekerjaan utama lainnya.
Pada kondisi ini, mesin tetap mengonsumsi bahan bakar dan menghasilkan emisi, tanpa memberikan nilai tambah bagi operasional. Idle time umum terjadi pada armada logistik, kendaraan operasional, hingga alat berat di sektor pertambangan dan konstruksi.
Dalam batas tertentu, idle time tidak dapat dihindari, misalnya saat pemanasan mesin atau menunggu instruksi kerja. Namun, idle time yang terjadi terlalu lama dan berulang dapat berdampak signifikan terhadap efisiensi biaya dan kinerja aset.
Baca juga: Waspada! 5 Bahaya Akibat Kendaraan Dibiarkan Menyala Terlalu Lama
Penyebab Tingginya Idle Time
Tingginya idle time umumnya disebabkan oleh kurangnya pengawasan terhadap aktivitas kendaraan dan alat berat. Tanpa sistem pemantauan yang akurat, manajemen kesulitan mengetahui kapan, di mana, dan berapa lama idle time terjadi.
Selain itu, kebiasaan operator yang membiarkan mesin tetap menyala serta akses jalan yang rusak atau licin membuat saat menunggu serta koordinasi lapangan yang tidak efisien juga menjadi faktor utama meningkatnya idle time.
Bagaimana Cara Mengatasi Idle Time?
Untuk menekan idle time secara efektif, kamu perlu menerapkan strategi yang terukur dan berkelanjutan. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
1. Menetapkan Standar Operasional & Batas Idle Time
Langkah pertama adalah menentukan aturan yang jelas mengenai idle time. Tanpa standar yang tepat, idle time akan dianggap sebagai hal yang wajar.
Perusahaan perlu menetapkan durasi idle time yang diperbolehkan, kondisi idle yang masih bisa ditoleransi, serta menjadikannya bagian dari SOP operasional. Dengan batas yang jelas, pengawasan dan evaluasi dapat dilakukan secara konsisten dan adil.
2. Menggunakan sistem GPS Tracking
Setelah standar idle time ditetapkan, pemantauan perlu dilakukan secara objektif dengan dukungan teknologi. Melalui sistem GPS tracking, pencatatan idle time dapat dilakukan secara otomatis dan real-time tanpa bergantung pada laporan manual.
Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah Arobs TrackGPS, perusahaan bisa memantau aktivitas kendaraan dan alat berat secara menyeluruh, termasuk durasi berhenti dan kondisi idle. Melalui dashboard Arobs TrackGPS, perusahaan dapat mengetahui kapan idle terjadi, di mana lokasinya, serta berapa lama durasinya, sehingga pengawasan operasional menjadi lebih akurat dan transparan.
Menariknya, batas idle time dapat disesuaikan langsung di platform Arobs TrackGPS sesuai dengan kebutuhan dan standar operasional perusahaan. Perusahaan dapat menetapkan durasi idle maksimal yang diperbolehkan untuk setiap unit atau jenis operasional.
Baca juga: GPS Tracker Terbaik di Indonesia : Solusi Cerdas Pantau Kendaraan Real-Time
3. Meningkatkan Komunikasi & Koordinasi Lapangan
Banyak idle time terjadi bukan karena kelalaian operator, tetapi akibat miskomunikasi dan perencanaan yang kurang optimal.
Koordinasi yang baik antara operator, pengawas, dan tim lapangan akan mengurangi waktu tunggu kendaraan dan alat berat. Instruksi kerja yang jelas, cepat, dan terpusat membantu memastikan setiap unit dapat langsung bekerja tanpa harus menunggu arahan berulang.
4. Perawatan Terjadwal & Preventive Maintenance
Kondisi mesin yang tidak prima sering memicu idle time tidak terencana. Perawatan rutin menjadi faktor penting dalam pengendalian idle time.
Dengan preventive maintenance yang terjadwal, risiko kerusakan mendadak dapat ditekan, performa mesin tetap optimal, dan waktu kerja alat menjadi lebih maksimal.
5. Edukasi & Perubahan Perilaku Operator
Teknologi dan SOP tidak akan efektif tanpa pemahaman dari operator. Operator perlu diedukasi mengenai dampak idle time terhadap konsumsi BBM, biaya perawatan, dan usia mesin.
Pemahaman ini akan mendorong perubahan perilaku kerja yang lebih disiplin dan efisien, sehingga idle time dapat ditekan secara berkelanjutan.
Optimalkan Pengelolaan Armada dengan Arobs TrackGPS
Arobs TrackGPS hadir sebagai solusi untuk membantu kamu mengelola armada secara lebih efisien dan terkontrol. Melalui fitur GPS tracking, laporan idle time, serta pemantauan status kendaraan secara real-time, kamu dapat mengidentifikasi pemborosan operasional dan mengambil tindakan korektif dengan cepat.
Dengan pengelolaan armada yang lebih optimal, kamu dapat menekan biaya operasional, meningkatkan produktivitas, dan memperpanjang usia kendaraan.
Konsultasikan kebutuhan pengelolaan armada kamu secara gratis sekarang. Hubungi tim Arobs TrackGPS dan temukan solusi terbaik untuk operasional yang lebih efisien.
