Pernahkah kamu menerima produk beku yang rusak saat sampai di tujuan? Masalah seperti ini sering terjadi selama proses pengiriman, terutama jika produk tidak dipantau dengan baik sepanjang perjalanan.
Mulai dari perubahan suhu, guncangan, keterlambatan pengiriman, hingga kondisi kendaraan yang tidak terkontrol bisa menjadi penyebab kualitas produk menurun. Akibatnya, produk yang seharusnya sampai dalam kondisi aman justru berisiko rusak dan merugikan bisnis.
Agar produk tetap aman, segar, dan layak jual, kamu perlu memastikan proses distribusi berjalan sesuai prinsip rantai dingin dari gudang sampai tujuan. Hal ini penting terutama untuk bisnis frozen food, seafood, daging, es krim, dan produk olahan lain yang sangat bergantung pada kestabilan suhu.
Nah, bagaimana cara memastikan produk beku tetap terjaga selama perjalanan? Yuk, simak penjelasan artikelnya di bawah ini!
Tips Produk Beku Tetap Berkualitas Selama di Perjalanan
Sebelum produk beku sampai ke tangan pelanggan, kualitasnya harus tetap dijaga selama proses pengiriman. Nah, maka dari itu kamu perlu memperhatikan beberapa hal penting agar produk beku tetap aman selama di perjalanan, berikut beberapa langkahnya:
1. Lakukan Pre-Cooling Sebelum Barang Dimuat
Sebelum produk dimasukkan ke kendaraan, pastikan ruang pendingin sudah berada pada suhu yang sesuai. Jangan menyalakan pendingin setelah kendaraan berjalan, karena produk bisa lebih dulu terpapar suhu ruang. Pre-cooling membantu ruang penyimpanan lebih siap menerima produk beku dan mengurangi risiko kenaikan suhu saat proses loading berlangsung.
2. Pastikan Suhu Penyimpanan Tetap Stabil
Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah menjaga suhu produk tetap stabil selama perjalanan. Produk beku sebaiknya tidak sering mengalami perubahan suhu karena dapat memengaruhi tekstur, rasa, warna, dan daya simpannya. Pembekuan membantu menjaga keamanan makanan, tetapi pengelolaan suhu tetap harus dilakukan dengan benar agar kualitas produk tidak menurun.
Untuk menjaga kestabilan suhu, kamu bisa menggunakan sensor temperature suhu dari Arobs TrackGPS. Sensor ini berfungsi untuk memantau suhu ruang penyimpanan di kendaraan secara real-time selama perjalanan. Bahkan, kamu bisa mendapat notifikasi di handphone kalau terjadi penurunan atau kenaikan suhu.
Baca juga: Cara Kerja Temperature Sensor & Manfaatnya Bagi Industri Cold Chain dan Logistik
3. Gunakan Kemasan yang Kuat dan Sesuai
Kemasan sangat berpengaruh terhadap kualitas produk beku selama pengiriman. Kamu dapat menggunakan kemasan berlapis, insulated box, ice gel, atau pelindung tambahan sesuai jenis produk dan jarak pengiriman.
Kemasan yang baik membantu menjaga suhu, melindungi produk dari tekanan, serta mencegah kontaminasi selama perjalanan. BPOM juga mengatur bahwa pangan olahan yang masa simpannya dipengaruhi kondisi penyimpanan wajib mencantumkan petunjuk penyimpanan, termasuk pangan yang disimpan beku.
4. Percepat Proses Loading dan Unloading
Produk beku tidak boleh terlalu lama berada di luar ruang pendingin. Karena itu, proses pemindahan barang dari gudang ke kendaraan dan dari kendaraan ke lokasi tujuan harus dilakukan secara cepat dan terjadwal. BPOM menyarankan agar makanan beku tidak dicairkan pada suhu ruang karena dapat meningkatkan risiko keamanan pangan.
5. Hindari Membuka Pintu Kendaraan Terlalu Sering
Setiap kali pintu kendaraan dibuka, udara hangat dari luar dapat masuk ke dalam ruang pendingin di cold chain. Jika hal ini terjadi berulang kali, suhu penyimpanan bisa menjadi tidak stabil. Kamu perlu mengatur jadwal pengantaran dengan rapi agar proses pengambilan barang lebih efisien dan tidak mengganggu kondisi produk beku di dalam kendaraan.
Penggunaan Door Sensor dari Arobs TrackGPS dapat digunakan untuk memantau status pintu kendaraan box. Melalui fitur ini, kamu dapat mengetahui kapan pintu dibuka dan ditutup selama proses distribusi. Jadi, suhu di dalam ruang pendingin tetap lebih terjaga, sehingga kualitas produk beku dapat dipertahankan hingga tiba di lokasi tujuan.
Baca juga: 7 Tantangan Dalam Cold Chain dan Cara Mengatasinya
6. Pantau Suhu Selama Perjalanan
Mengandalkan kendaraan pendingin saja belum cukup. Kamu juga perlu memantau suhu secara berkala agar dapat mengetahui apabila terjadi perubahan suhu yang tidak normal. Dengan sensor temperature suhu dari Arobs TrackGPS, kamu bisa mendapatkan notifikasi di handphone jika suhu di box pendingin kendaraan mengalami kenaikan atau penurunan.
Zona suhu berbahaya untuk makanan berada pada rentang sekitar 5°C sampai 57°C, sehingga pemantauan suhu penting untuk mencegah makanan berada pada kondisi yang berisiko.
Baca juga: Jangan Sampai Rusak! Ini Tips Menjaga Kualitas Produk Tetap Bagus Saat Pengiriman
7. Pantau Posisi Kendaraan Secara Real-Time
Selain suhu, posisi kendaraan juga penting untuk diperhatikan. Keterlambatan, rute yang tidak sesuai, atau kendaraan berhenti terlalu lama dapat memengaruhi kualitas pengiriman produk beku.
Dengan GPS tracker dari Arobs TrackGPS, kamu dapat memantau posisi armada, melihat riwayat perjalanan, dan memastikan pengiriman berjalan sesuai rencana. Pemantauan ini juga membantu tim operasional mengambil keputusan lebih cepat ketika terjadi kendala di lapangan.
8. Evaluasi Riwayat Perjalanan Setelah Pengiriman
Setelah pengiriman selesai, kamu perlu mengevaluasi data perjalanan. Riwayat rute, durasi berhenti, waktu tiba, dan kondisi suhu dapat menjadi bahan analisis untuk memperbaiki pengiriman berikutnya. Dengan evaluasi rutin, kamu bisa mengurangi risiko produk rusak, meningkatkan ketepatan waktu, dan menjaga kepercayaan pelanggan.
Agar pengiriman produk beku lebih aman dan terkontrol, kamu dapat menggunakan GPS Tracker dari Arobs TrackGPS. Dengan fitur pemantauan kendaraan secara real-time dan dukungan sensor suhu, kamu bisa memantau posisi armada, mengecek kondisi suhu selama perjalanan, serta memastikan produk beku tetap berkualitas sampai ke tujuan.
Yuk, pasang GPS dan sensor temperature suhu dari Arobs TrackGPS. Buat distribusi produk beku kamu lebih efisien, aman, dan mudah dipantau.
